meminta maaf itu bukan hanya sekedar basa basi
maaf tidak hanya sekedar meminta lantas terserah mau memaafkan atau tidak
maaf diawali dari penyesalan hati, lalu meminta dengan kesungguhan hati
dan memaafkan itu adalah sifat Sang Maha
aku hanya punya sekedarnya
dan aku juga sedang mencoba meluaskan hatiku, seperti luasnya samudera
aku memilikinya..
aku tidak tahu tentang apa dirimu
tapi engkau telah menunjukkannya padaku
apa sebenarnya dirimu aku juga tidak menahu
tapi aku tahu dari apa yang kau tunjukkan padaku
kau sendiri yang membangun persepsiku tentangmu
kau tahu bahwa orang lain menilaimu dari apa yang kau tunjukkan dan perbuat pada orang itu
begitu pula dengan orang awam sepertiku
(via bookspaperscissors)
mari belajar terus
mengangguklah dengan tawadlu’ kepada ibu bapak dosenmu
dosen itu seorang guru, ustadz dan ustadzah
mengangguklah sampai engkau merasa kamu dosennya
mengangguk kepada dosen itu wajib
sampai kau berpikir bahwa kau lebih tahu dari dosenmu, maka menggelenglah
dan masalahnya engkau tidak tahu seberapa tahukah kamu daripadanya
menyimpulkan sendiri, umur lebih banyak=kita anggap makan garamnya pasti juga lebih banyak
jadi, menyimpulkan lagi, kalau mau menggeleng kepada dosenmu= maka lahirlah lebih dulu daripadanya..
:P
*ngomongsamatembok